Tampilkan postingan dengan label bulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bulan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Oktober 2013

Bayi 3 Bulan Ini Sudah Empat Kali Terbakar Sendiri

Kasus tubuh mendadak terbakar tanpa pemicu masih menjadi misteri dan kini menimpa seorang bayi di India. Saat ini sang ibu bayi dibuat bingung oleh keadaan putranya ini. Pasalnya, bayi berusia 3 bulan itu sudah empat kali terbakar sendiri.

Bayi bernama Rahul tersebut kini sedang dirawat di rumah sakit akibat mengalami kejadian terbakar sendiri. Pihak rumah sakit di Chennai mengatakan Rahul mendapat pengobatan untuk luka bakar level 10.

Dikenal dengan kasus spontaneous human combustion, Rahul juga mengalaminya tanpa ada pemicu api sama sekali. Menurut dokter, Rahul mungkin terbakar karena ekskresi gas melalui kulit yang menyebabkannya menderita luka bakar di dada dan kepala.

Bayi asal Villupuram, dekat Chennai, itu pertama kali mengalami kondisi ini saat berusia 9 hari dan terakhir terjadi pada akhir bulan lalu. Kasus terbakar spontan ini pun diragukan kebenarannya oleh pihak rumah sakit.

“Orang berpikir bahwa aku yang sengaja membakarnya,” ucap Rajeswari.

Hal itu menyebabkan mereka dikucilkan oleh masyarakat setempat. Padahal sebagai keluarga petani mereka telah menjual seluruh harta bendanya untuk menyembuhkan Rahul.

“Spontaneous Human Combustion-syndrome adalah hoax (palsu),” ucap spesialis luka bakar, Dr. J.Jagan Mohan Times of India. “Bayi terbakar sendiri itu tidak mungkin.

Bahkan pecandu alkohol yang memiliki kandungan alkohol di keringatnya pun tidak akan memicu api untuk membakar dirinya.”

Rahul, tiga bulan menerima pengobatan karena luka bakar di sebuah rumah sakit di Chennai, India


Rahul sedang diperiksa oleh dokter dengan ibunya di sisinya, yang mengklaim ini adalah keempat kalinya putranya terbakar.http://terungkaplagi.blogspot.com/2013/08/bayi-3-bulan-ini-sudah-empat-kali-terbakar-sendiri.html
ReadFull Article ..

Sabtu, 26 Oktober 2013

Fenomena bulan biru di bulan agustus 2012

Di bulan Agustus nanti ada fenomena unik yang akan terjadi. Fenomena itu disebut blue moon alias bulan biru. Apakah bulan akan benar-benar berubah warna menjadi biru?

"Ada fenomena blue moon di bulan Agustus karena bulan purnama terjadi dua kali dalam satu bulan," jelas Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, Senin (30/7/2012).

Benarkah bulan akan berubah warna menjadi biru? "Blue moon itu tidak punya makna fisis. Hanya istilah yang tidak jelas asal-usulnya. Saya kira nggak ada maknanya, hanya untuk menyebut bulan purnama yang kedua," terang Djamaluddin.

Alumnus Universitas Kyoto Jepang ini menerangkan satu tahun Masehi terdiri dari 365,2422 hari. Nah, dalam satu bulan ada 29,53 hari, sehingga tiap satu tahun ada selisih 10,6 hari.

"Maka setiap 2 atau 3 tahun itu akan terjadi kelebihan satu bulan. Artinya akan ada dua purnama dalam satu bulan," imbuh Djamaluddin.

Pada Agustus nanti, purnama pertama terjadi pada 2 Agustus 2012. Sedangkan purnama kedua terjadi pada 31 Agustus 2012. Nah, purnama kedua inilah yang disebut sebagai blue moon.

"Jadi ada 13 bulan purnama dalam setahun. Kondisi biasa kan hanya 12 purnama. Tidak ada dampaknya, hanya unik saja," ucap Djamaluddin.

Dikutip dari space.com pada 1999, fenomena blue moon terjadi dua kali. Selanjutnya blue moon akan terjadi lagi pada Juli 2015 di mana purnama pertama pada 1 Juli dan purnama kedua terjadi pada 31 Juli 2015.

Meski blue moon hanya sebatas istilah namun bukan berarti bulan tidak bisa berubah warna. Jika di bumi terjadi kebakaran hutan atau letusan gunung berapi, sesaat setelahnya bulan bisa terlihat berwarna kebiruan. Jelaga dan partikel abu yang tersimpan di atmosferlah yang terkadang bisa membuat bulan berwarna biru.

Bulan terlihat kebiruan saat asap akibat kebakaran hutan yang luas di bagian barat Kanada. Fenomena itu terlihat di bagian timur Amerika Utara pada akhir September 1950. Demikian pula saat terjadi letusan gunung Pinatubo di Filipina pada Juni 1991, bulan juga dilaporkan berwarna biru. 


Sumber : http://news.detik.com/read/2012/07/30/173926/1978645/10/blue-moon-fenomena-unik-di-bulan-agustus%22
ReadFull Article ..

19 Maret Bulan Dekati Bumi SuperMoon

Dongakkan kepala Anda ke arah langit malam, Sabtu 19 Maret 2011 mendatang. Jika cuaca cerah dan tidak mendung, akan terlihat penampakan Bulan lain dari biasanya.

Satelit Bumi itu akan nampak lebih besar. Di malam itu, Bulan akan berada dalam jarak terdekat dengan Bumi sejak tahun 1993, 18 tahun yang lalu. Fenomena ini disebut lunar perigee. Sementara, ada astrolog yang menyebutnya  SuperMoon.

Penampakan Bulan malam itu akan sangat menarik untuk difoto. Tapi, sejumlah astronom meramalkan, kejadian itu mengkhawatirkan, karena akan mempengaruhi pola iklim di Bumi. Sebagian orang menghubung-hubungkan lunar perigee itu dengan bencana, seperti gempa.

Apa kata ilmuwan? "Tak akan ada gempa bumi atau gunung meletus," kata Pete Wheeler dari International Centre for Radio Astronomy, seperti dimuat News.com.au. "Kalau memang itu terjadi, itu sudah ditakdirkan."

Kata dia, saat itu, Bumi memang akan mengalami pasang lebih tinggi, dan surut lebih rendah dari biasanya. "Tak ada yang perlu dikhawatirkan," tambah Wheeler.

Untuk diketahui, sejumlah bencana di Bumi terjadi saat fenomena lunar perigee atau saat jarak antara Bumi dan Bulan dekat. Misalnya, badai New England pada 1938, atau banjir di Lembah Hunter pada 1955.

Meski tidak terjadi dalam periode itu, bencana Siklon Tracy pada 1974 dan badai Katrina pada 2005 juga terkait SuperMoon.

Mengamini pendapat Wheeler, astronom sekaligus dosen, David Reneke mengatakan, terlalu jauh untuk menghubungkan fenomena itu dengan bencana alam. "Kalau mau, Anda bisa saja menghubung-hubungkan hampir semua bencana alam yang terjadi dengan apa yang terlihat di langit malam -- komet, planet, matahari," kata Reneke.

Sementara, ilmuwan Bumi dan Planet dari Adelaide University, Dr Victor Gostin mengatakan, prediksi cuaca, gempa, gunung meletus, dan bencana alam lainnya berdasarkan konfigurasi planet, tidak pernah sukses.

Namun, memang dimungkinkan ada korelasi antara gempa bumi berskala besar di dekat katulistiwa dan Bulan -- kala baru, atau purnama.

"Analoginya seperti pasang surut air laut, pergerakan Bumi akibat gravitas Bulan bisa memicu gempa bumi."
ReadFull Article ..